dr. Singgih Setyono: Santri Bisa Menjadi Apa Pun, Masa Depan Milik Mereka yang Bergerak Lebih Cepat

Plt. Direktur RSI Sultan Hadlirin Jepara, dr. Singgih Setyono, M.Kes., MMR., saat menyampaikan materi kepada para santri putra dan putri serta dewan guru Pondok Pesantren Fadlun Nafis.

JEPARA– Santri masa kini tidak cukup hanya menguasai ilmu agama, tetapi juga harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, memiliki mental tangguh, dan berani mengambil peran dalam berbagai bidang kehidupan. Masa depan membutuhkan generasi yang tidak hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga kemauan untuk bergerak dan bertindak lebih cepat.

Pesan tersebut disampaikan Plt. Direktur Rumah Sakit Islam (RSI) Sultan Hadlirin Jepara, dr. Singgih Setyono, M.Kes., MMR., dalam kegiatan edukasi dan pemeriksaan kesehatan di Pondok Pesantren Fadlun Nafis, Bangsri, Jepara, Rabu (28/10/2026).

Kegiatan yang merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Santri Nasional ini diisi dengan pemeriksaan kesehatan gratis bagi keluarga besar pesantren serta edukasi inspiratif bertema *”Santri Kini: Masa Depan dan Tantangan Zaman”*. Kegiatan tersebut disambut baik oleh pengasuh pesantren, KH. Ahmad Marzuki, S.E., beserta jajaran dewan guru dan para santri.

Santri Bisa Menjadi Apa Pun

Dalam pemaparannya, dr. Singgih menekankan bahwa santri memiliki peluang yang sama untuk meraih cita-cita dan berkiprah di berbagai profesi. Kehidupan pesantren dengan bekal akidah, adab, kedisiplinan, dan pembentukan karakter merupakan modal penting untuk menghadapi tantangan masa depan.

Santri tidak seharusnya membatasi diri hanya pada bidang keagamaan. Justru nilai-nilai yang diperoleh selama menempuh pendidikan di pesantren dapat menjadi fondasi untuk memasuki berbagai bidang profesi dan pengabdian kepada masyarakat.

“Santri bisa menjadi apa pun. Ada yang menjadi dokter, perawat, bidan, insinyur, pedagang, hingga pemimpin. Yang terpenting adalah memiliki bekal ilmu, karakter, dan kemauan untuk terus berkembang,” ungkap dr. Singgih.

Menurutnya, generasi santri harus mampu memadukan kekuatan spiritual dengan kompetensi profesional. Dengan demikian, santri tidak hanya menjadi pribadi yang baik secara moral, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan masyarakat dan bangsa.

Kuasai Teknologi, Jangan Tertinggal oleh Zaman

Menghadapi perubahan zaman yang berlangsung semakin cepat, dr. Singgih juga mengingatkan pentingnya penguasaan teknologi, informasi, dan ekonomi digital. Kemudahan akses informasi dan konektivitas harus dimanfaatkan secara produktif untuk memperluas wawasan, meningkatkan kemampuan, serta membuka peluang masa depan.

Ia menegaskan bahwa memiliki cita-cita dan pengetahuan saja tidak cukup. Keduanya harus disertai keberanian untuk mengambil tindakan nyata.

“Masa depan tidak menunggu. Masa depan didapat oleh orang yang mau bergerak dan bergerak lebih cepat (the speed of execution),” tegasnya.

Pesan tersebut mengandung makna bahwa kecepatan dalam merealisasikan gagasan menjadi salah satu kunci menghadapi persaingan. Santri harus berani memulai, terus belajar, dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi tantangan.

Mental Tangguh, Afirmasi Positif, dan Kekuatan Syukur

Selain berbicara tentang kompetensi dan teknologi, dr. Singgih juga menyoroti pentingnya membangun mental tangguh. Menurutnya, keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan intelektual, tetapi juga kemampuan mengelola diri, menjaga optimisme, dan membangun kebiasaan berpikir positif.

Dalam sesi yang berlangsung interaktif tersebut, ia mengajak para santri untuk membiasakan afirmasi positif serta menjaga lisan. Apa yang diucapkan dan ditanamkan dalam pikiran dapat memengaruhi sikap, semangat, dan tindakan seseorang dalam menjalani kehidupan.

Ia juga mengangkat kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail sebagai teladan tentang kesyukuran, keteguhan hati, dan keikhlasan dalam menghadapi berbagai keadaan. Nilai-nilai tersebut menjadi pengingat bahwa kekuatan spiritual merupakan bagian penting dalam membangun pribadi yang tangguh.

 

Tim kesehatan RSI Sultan Hadlirin melakukan pemeriksaan kepada dewan guru dan santri Ponpes Fadlun Nafis

Sinergi Kesehatan dan Pesantren

Selain edukasi, RSI Sultan Hadlirin Jepara juga menghadirkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi keluarga besar Pondok Pesantren Fadlun Nafis. Layanan meliputi pemeriksaan tekanan darah, pemeriksaan gula darah, serta konsultasi kesehatan umum.

Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian rumah sakit terhadap kesehatan masyarakat pesantren melalui pendekatan promotif dan preventif. Pemeriksaan kesehatan sejak dini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran tentang pentingnya menjaga kesehatan serta mengenali potensi gangguan kesehatan lebih awal.

Pihak pesantren menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan kontribusi RSI Sultan Hadlirin Jepara. Sinergi antara lembaga kesehatan dan pesantren diharapkan dapat terus berlanjut, baik dalam bidang pelayanan kesehatan maupun edukasi masyarakat.

Melalui kegiatan ini, RSI Sultan Hadlirin Jepara berharap dapat turut mengambil bagian dalam mempersiapkan generasi muda Islam yang sehat, berilmu, berakhlak, memiliki mental tangguh, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Sebab, santri masa kini bukan hanya dipersiapkan untuk menjadi generasi penerus, tetapi juga menjadi generasi penggerak yang mampu menentukan arah masa depan.

Agar informasi ini bermanfaat bagi banyak orang, bantu sebarkan ya! Klik tombol share di bawah.

Artikel & Postingan Lainnya