DOKTER SINGGIH SETYONO AJAK KARYAWAN RSI SULTAN HADLIRIN MANFAATKAN WAKTU UNTUK INVESTASI AKHIRAT

Jepara – Kegiatan pembinaan kerohanian karyawan RSI Sultan Hadlirin Jepara kembali diselenggarakan pada Sabtu, 8 November 2025, di Masjid Syifaul Janan. Kali ini, narasumbernya adalah Plt. Direktur RSI Sultan Hadlirin Jepara, yaitu dr. Singgih Setyono, M.Kes., MMR., kelahiran Sragen yang pernah menjabat sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Demak.

Jamaah (Karyawan) di Madjid Syifaul Janan

Dalam penyampaiannya, dr. Singgih mengajak seluruh peserta untuk meniatkan kehadiran dalam kegiatan tersebut sebagai investasi akhirat dan sarana menambah ilmu. Beliau menekankan bahwa banyak di antara manusia yang rajin beramal, namun belum didasari oleh ilmu yang benar. Ia mengutip sabda Rasulullah SAW dalam hadis riwayat Ahmad dan Baihaqi, bahwa umat Islam diingatkan untuk memanfaatkan lima perkara sebelum datang lima perkara, yaitu masa muda sebelum tua, masa sehat sebelum sakit, masa kaya sebelum miskin, masa luang sebelum sibuk, dan masa hidup sebelum mati.

Lebih lanjut, dr. Singgih menegaskan bahwa Allah SWT telah memberikan modal hidup yang sama kepada setiap manusia, yakni sehat dan waktu. “Kita semua punya waktu 24 jam dan kesempatan yang sama, namun hasilnya berbeda, tergantung bagaimana kita mengelola keduanya,” ungkapnya.

Beliau mencontohkan, ada orang yang bekerja keras seharian, tetapi hasilnya tidak seberapa; sementara ada pula yang bekerja seharian dan memperoleh hasil yang lebih. “Yang membedakan adalah ilmu,” tegasnya. “Ilmu menjadikan kerja lebih efektif dan menjadikan hidup lebih berkah.”

Dalam sesi tersebut, dr. Singgih juga menyinggung pentingnya menjaga pola hidup sehat serta keseimbangan antara pekerjaan dan keluarga. Ia mengingatkan agar seseorang tidak terlalu sibuk bekerja mencari rezeki hingga melupakan keluarga. Melalui kisah seorang anak yang ingin “membeli waktu ayahnya” untuk bermain bersama, beliau mengajak para jamaah untuk lebih menghargai waktu dan kebersamaan keluarga.

“Bekerja untuk keluarga memang penting, tetapi jangan sampai keluarga justru merasa kehilangan kasih sayang kita,” pesannya. Ia juga berpesan agar suami dan istri saling menjaga penampilan serta sikap di rumah, tidak hanya di luar. “Jangan sampai kita tampak rapi dan lembut di luar rumah, tetapi justru berantakan dan kasar di rumah,” pungkasnya.
Melalui pembinaan ini, diharapkan seluruh karyawan RSI Sultan Hadlirin Jepara semakin termotivasi untuk mengatur waktu, menjaga kesehatan, menuntut ilmu, serta memperbaiki kualitas ibadah dan kehidupan keluarga.

Agar informasi ini bermanfaat bagi banyak orang, bantu sebarkan ya! Klik tombol share di bawah.

Artikel & Postingan Lainnya