dr. SINGGIH SETYONO AJAK CIVITAS RSI SULTAN HADLIRIN TINGKATKAN IBADAH DAN DOA

Jepara — Subbagian Bimbingan dan Pelayanan Islam (BPI) RSI Sultan Hadlirin Jepara menggelar pembukaan Ngaji Posonan pada Kamis, 19 Februari 2026, usai jamaah Zuhur pukul 11.45–12.30 WIB, bertempat di Masjid Syifaul Janan. Kegiatan ini menghadirkan Plt. Direktur RSI Sultan Hadlirin Jepara, dr. Singgih Setyono, M.Kes., MMR. yang sekaligus menyampaikan tausiyah kepada civitas rumah sakit.

Dalam sambutannya, dr. Singgih mengajak seluruh civitas RSI untuk meningkatkan kualitas ibadah dan memperbanyak doa selama bulan Ramadan. Menurutnya, Ramadan harus dimaknai sebagai momentum perbaikan diri, bukan sekadar rutinitas tahunan.

Jamaan Zuhur masjid Syifaul Janan

Beliau menyoroti sejumlah kebiasaan yang masih kerap terjadi, seperti kurang bersemangat mengambil shaf pertama, meninggalkan kesempatan berdoa di antara azan dan iqamah, serta memilih bersantai di luar masjid padahal waktu tersebut termasuk saat yang mustajab untuk berdoa. “Kekuatan kita terbatas, tetapi doa tidak memiliki batas,” ujarnya, menegaskan pentingnya memaksimalkan setiap peluang ibadah.

Dengan gaya penyampaian yang lugas dan menyentuh, ia mengibaratkan Ramadan seperti emas. “Jika emas diberikan kepada yang tidak menghargainya, tentu tidak ada nilainya. Jangan sampai Ramadan berlalu tanpa kita memanfaatkannya,” tuturnya dalam nuansa santai namun penuh makna. Ia menekankan bahwa puasa bukan sekadar rutinitas, melainkan prestasi. Setiap Ramadan harus lebih baik dari sebelumnya, sehingga “grafik ibadah terus meningkat.”

Dalam tausiyahnya, dr. Singgih juga menyinggung keteladanan para sahabat Nabi, di antaranya Salman Al-Farisi saat Perang Khandaq. Usulan Salman untuk menggali parit menjadi bukti sikap proaktif dan kreativitas dalam menghadapi tantangan. Nilai tersebut, menurutnya, relevan untuk diterapkan dalam menyambut Ramadan, umat Islam harus aktif dan bersungguh-sungguh mempersiapkan diri dalam meningkatkan kualitas iman.

Mengakhiri tausiyahnya, ia mengajak seluruh jamaah untuk menata kembali barisan shaf, mengisi masjid tepat waktu, memperbanyak doa di antara azan dan iqamah, serta menjadikan Ramadan sebagai “bulan revolusi iman” kesempatan memperbaiki kualitas ibadah dan memperbanyak amal kebaikan.

BPI RSI Sultan Hadlirin Jepara berharap kegiatan Ngaji Posonan ini dapat menjadi sarana penguatan spiritual, pengasahan wawasan keislaman, serta mempererat ukhuwah di lingkungan rumah sakit.
(Manan_BPI)

Agar informasi ini bermanfaat bagi banyak orang, bantu sebarkan ya! Klik tombol share di bawah.

Artikel & Postingan Lainnya