REFLEKSI RAMADAN RSI SULTAN HADLIRIN: “DI BALIK ORANG HEBAT ADA PASANGAN YANG SMART”

Jepara – Suasana hangat dan penuh refleksi mewarnai kegiatan buka bersama keluarga besar RSI Sultan Hadlirin Jepara yang digelar pada Sabtu, 7 Maret 2026. Acara yang dimulai tepat pukul 17.00 WIB  di aula lantai dua rumah sakit tersebut diikuti sekitar 90 peserta yang terdiri dari pimpinan rumah sakit, pejabat struktural, kepala ruang, serta perwakilan unit dan ruangan.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, sesi Motivasi Ramadan disampaikan oleh dr. Singgih Setyono, M.Kes., MMR yang mengajak para karyawan rumah sakit merenungkan peran besar keluarga, khususnya pasangan hidup, di balik dedikasi mereka dalam menjalankan tugas pelayanan.

Pada awal penyampaiannya, dr. Singgih memberikan apresiasi terhadap kesiapan panitia dalam menyiapkan acara. Ia bahkan menunjuk langsung ke arah panggung dan backdrop kegiatan yang dihiasi dekorasi elegan di sisi kanan dan kiri.

“Acara ini sangat bagus. Coba lihat backdrop dan dekorasinya. Sebenarnya kita bisa kok. Kita ini bisa,” ujarnya memberi semangat kepada para peserta yang hadir.

Mengusung tema “Di Balik Orang Hebat Ada Pasangan yang Smart”, dr. Singgih mengajak peserta melihat kembali makna kesuksesan dari sudut pandang yang lebih utuh. Ia menegaskan bahwa keberhasilan seseorang dalam karier sering kali tidak lepas dari dukungan pasangan yang setia mendampingi di rumah.

Dalam salah satu materi yang ditampilkan, ia menyampaikan bahwa kesuksesan bukan semata-mata soal rumah sakit yang maju, angka pencapaian, atau jabatan yang diraih, tetapi juga tentang kebahagiaan dalam keluarga.

“Kesuksesan bukan hanya soal RSI maju. Bukan hanya soal angka. Bukan hanya soal jabatan. Kesuksesan adalah ketika pasangan kita tetap tersenyum meski kita sibuk,” demikian pesan reflektif yang ditampilkan dalam slide presentasinya.

Suasana aula kemudian berubah menjadi tenang dan penuh perenungan ketika dr. Singgih meminta para hadirin berdiri sejenak untuk mengingat pasangan mereka masing-masing, baik suami maupun istri. Dalam momen tersebut, para peserta diajak menyadari bahwa di balik kesibukan mereka melayani pasien, ada pasangan di rumah yang juga ikut menanggung beban.

Motivasi Ramadan bersama dr.Singgiih Setyono, M.kes., MMR.

Melalui slide refleksi lainnya ditampilkan gambaran sederhana namun menyentuh tentang kehidupan keluarga tenaga kesehatan: ketika petugas menjalani jaga malam, pasangan harus tidur sendiri; ketika lembur, mereka menahan rindu anak-anak; dan ketika rapat serta kesibukan pekerjaan menyita waktu, pasangan di rumah sering harus menyelesaikan persoalan keluarga tanpa kehadiran kita.

“Dan kita sering tidak tahu betapa beratnya itu,” demikian salah satu pesan yang ditampilkan dalam materi.

Sebagai penutup sesi refleksi, para peserta diminta mengirimkan pesan singkat kepada pasangan mereka masing-masing sebagai bentuk penghargaan dan ungkapan kasih sayang. Pesan yang dianjurkan untuk dikirim berbunyi:

“Terima kasih sudah membuat saya kuat, maaf kalau selama ini saya sering merepotkan, saya sayang kamu.”

Momen tersebut menghadirkan suasana haru di antara para peserta, yang menyadari bahwa keberhasilan dalam menjalankan tugas pelayanan kesehatan tidak terlepas dari dukungan keluarga di rumah.

Kegiatan Motivasi Ramadan ini menjadi bagian dari rangkaian acara buka bersama keluarga besar RSI Sultan Hadlirin Jepara. Selain mempererat silaturahmi sesama karyawan, kegiatan ini juga menjadi ruang refleksi untuk menguatkan keseimbangan antara dedikasi dalam pekerjaan dan keharmonisan keluarga sebagai sumber kekuatan utama dalam menjalankan pengabdian kepada masyarakat.

Agar informasi ini bermanfaat bagi banyak orang, bantu sebarkan ya! Klik tombol share di bawah.

Artikel & Postingan Lainnya